ANYWAY.
Recently, my Facebook page is dominated with red color. Why? Because it is CHINESE NEW YEAR baby!
I didn't regret my decision of staying back here because my CNY was awesome!
Even though I didn't celebrate it with my family, I was having fun with my friends here. :)
It started on Saturday night. Erick, Jetink, Dedek, and me went to church and then had dinner in Jalan Alor. I ate a lot that night. A portion of pork burger and kwetiao were enough to satisfy me. Having dinner in Jalan Alor was kinda a temptation for me. The restaurants there offered lots of yummy food. How can it not be temptation for such a any-food-eater like me?
And the street itself was damn crowded, with lots of Chinese people, loud music, fire works, and Barongsai (or Lion Dance). I loveeee the fireworks. This time, I felt pretty close enough with the fireworks, even I could feel the fire hit my cheeks. But it was such a blast. I was like a little kid who excited much seeing fireworks.
And the celebration continued in the next day.
Sandra and Sylfester joined us after work for dinner. Since we didn't make any reservations in Chinese Restaurant, so we went to Rasta @ TTDI. This was just usual dinner (even though it was CNY night) with friends.
After dinner, we went home and had a sleep-over in Sylfester's house.
*well, I suddenly feel I need to share this in Indonesia :p*
Berhubung cowok-cowok (baca: Erick & Syl) pengen olah raga dulu sebelom kongkow, mereka main pingpong di LV. Gue, yang notabene buta soal olahraga, jadinya cuma mentok ngerumpi sama Jetink sambil ngambilin bola pingpong mereka.
Entah kenapa, unit Syl selalu jadi tempat ternyaman buat ngumpul-ngumpul. Apalagi di kamar Syl. And there you go, kita nonton The Green Mile di kamar Syl and I ended up being scolded by my friends. Menurut gue filmnya touchy dan bagus banget, tapi berhubung emang endingnya agak sedih dan menurut mereka tidak seharusnya di malam CNY mereka nangis, jadilah gw kena omel. Tapi gue puas, 3 jam nonton film yang berbobot, walaupun harus nangis dikit-dikit :p
Dan kebiasaan kalo sleepover di tempat Syl adalah, habis capek nonton, kita masak-masak. Secara Syl cuma punya kentang goreng (supply dari kantor gue) dan lotus leaf bun, jadilah kita makan makanan yang ada. Sambil makan, kita karaokean dan ngerumpi sampe nggak sadar waktu uda nunjukin jam setengah 7 pagi. Ck. Kamar Syl abis itu disulap jadi tempat penampungan anak-anak ilang. Gue & Sandra tidur dempet-dempetan di kasur Syl, sedangkan si Tuan Rumah & Erick harus rela tidur di lantai. :p Jetink mengungsi ke kamar Topel soalnya dia nggak tahan dingin dan Dedek balik ke kamar dia.
As expected, we all woke up at around 12 in the afternoon. Kelaparan (dan encok buat yang cowok-cowok). Setelah siap-siap, kita langsung cabs ke Pyramid, dimana ada harapan restoran masih buka. Sunway was damn quiet man. Hampir semua toko tutup. Akhirnya, setelah Erick maksa mau beli Prosperity Burger yang katanya adanya setaun sekali, kita memutuskan untuk makan McD. Pathetic ya. Chinese New Year mestinya dihabiskan dengan mengunyah makanan Chinese, bukan fast food. Tapi mau gimana dong. Nggak banyak pilihan sih.
Time seemed fly so fast (ya iyalah, lu pikir aja lu bangun jam berapa Nad =.="), tiba-tiba aja kita udah harus siap-siap pergi ke Seoul Garden di One Utama. Dan mendadak semua jadi warna merah. Hampir semua orang Chinese yang gw temui hari itu pake baju warna merah, including me.
Gue beneran kenyang bego hari itu. Kenyang bego disini means kenyang sampe napas aja susah. Tapi lumayan lah, walaupun menurut gw pilihan dagingnya nggak banyak banget (jadi nggak worth it sama harganya), tapi rasanya OK banget.
Gue sampe berpikir nggak lagi deh makan sampe kenyang bego (at least sampe besok pagi), tapi ternyata, lagi-lagi gw gagal. Pulang dari Seoul Garden, kita kongkow lagi di rumah Syl dan nonton Johnny English: Reborn. Kali ini gue nggak dibolehin milih film karena menurut mereka film gw dark and twisty dan nggak cocok buat ditonton di malam CNY.
Gue pikir, begitu kelar nonton, kita tidur, secara udah capek juga. Tapi ternyata nggak. Instead of sleeping, we cooked 5 bungkus of Indomie dan ngemilin bacon yang dibawa Erick. Heran? Yeah me too. Gue hari itu beneran kenyang bego, sebego-begonya. Sampe tidur pun dengan perut agak melilit gara-gara kekenyangan. Ck.
And we woke up the next day at 2 pm. Worst than the previous day. Rencana awal kita mau ice-skating, tapi liat aja. Bangun aja jam 2, belom ngulet-ngulet, belom siap-siap mandi dkk, belom makan siang. Jadilah gagal rencana ice-skating kita. Sore hari kita dihabiskan dengan nonton film Indo yang bener-bener nggak mutu (selama nonton, entah berapa kali komen negatif keluar dari mulut gue) dan makan siang delivery dari Aldy.
Around 5 pm, we decided to go to Pyramid, shopping for our (late) dinner. Erick si koki rencananya mau masak masakan andalan dia Black Pepper Sauce. dan gw cuma iseng-iseng bikin sushi (just like last CNY :)).
![]() |
| ~sushi~ |
![]() |
| ~black pepper pork~ |
![]() |
| ~entah apa namanya sayuran~ |
Apalagi ditambah Choco Banana buatan Syl yang penuh fattening. Bayangin aja, udah eskrim, dikasih lelehan coklat, ditambah whip cream. Apa nggak bikin tumpukan lemak di perut numbuh?!
Syl's Choco Banana officially ended my CNY holiday. Beraaat banget rasanya kalo inget holiday is over dan harus mikir besok paginya gue harus bangun pagi buat kerja. Tsh. Why does time go faster when it comes to holiday?
Setelah dipikir-pikir,gila juga gue, CNY dipenuhi massive food. Nggak heran celana gw sekarang pada sempit dan pipi gue membengkak. Salah siapa? Ck. Tapi puas kok. Gue sempet takut CNY kali ini bakal garing, karena cuma ada 6 orang disini. But it turns out I was totally wrong. My CNY this year was awesome! :)
![]() |
| ~credit goes to Erick Sulistya~ |















No comments:
Post a Comment